Halaman

Tampilkan postingan dengan label Desain Grafis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Desain Grafis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Januari 2012

Membuat Silhouette Clip Art

Image Courtesy: Bankoboev.ru
Di dalam fotografi, gambar berefek silhouette bisa didapat saat memotret dengan latar belakang cahaya yang kuat, sehingga objek yang diambil terlihat seperti bayangan kehitaman. Dengan CorelDraw, saya membuat objek silhouette menggunakan 'curve'. Sebenarnya dengan 'Tracing tool' saya bisa mengubah gambar bitmap menjadi vektor dengan cepat, Dan hanya dengan mengubah warnanya sedikit, saya dapatkan objek silhouette. Tetapi saya memang kurang puas dengan hasil tracing-nya. Maka dari itu, saya menggunakan 'Polyline tool' untuk membentuk objek silhouette dari sebuah gambar bitmap. Anda juga bisa menggunakan tool pembuat curve yang lain.


Import sebuah gambar bitmap (foto) yang ingin di-trace. Sebenarnya istilah 'trace' hanya untuk  menggantikan kata 'jiplak' yang kurang gaul... hehehehe... Tekan CTRL + I atau klik 'File > Import'. Cari file-nya dan masukkan. Lebih jelasnya, silahkan lihat pada gambar di bawah.


Pilih 'Polyline tool' dan mulai membuat titik-titik pembentuk kurva di sekeliling tepi objek. Buat dulu titik-titiknya, Akhiri titik terakhir di posisi titik pertama untuk membentuk kurva tertutup. Kurva harus tertutup agar bagian dalam garis bisa diwarnai. Setelah terhubung semua, baru kemudian edit kurvanya mengikuti lekukan objek. Memang butuh ketelatenan untuk menghasilkan gambar yang detail dan halus. Saya sering membutuhkan 'Zoom Tool' untuk menempatkan titik-titik ke bagian yang lebih detail. Untuk membuat lengkungan agar mengikuti bentuk objek yang di-trace, klik kanan pada segmen garis yang ingin dibuat, pilih 'To curve' (lihat pada gambar dibawah). Gunakan Control Handles untuk menyesuaikan bentuk sesuai keinginan. Proses ini membutuhkan waktu agak lama tergantung seberapa kompleks objeknya. Makin banyak detail lekukan, makin banyak penempatan titik-titik kurva, makin halus hasil akhir yang dicapai. 

Silhouette identik dengan efek bayangan satu warna. Namun dengan cara diatas, kita bisa mengambil bagian gambar lebih detail, memadukan beberapa warna dan menghasilkan gambar illustrasi yang lebih hidup.


Import file gambar yang akan di-trace.
Pilih Polyline Tool untuk membuat titik-titik pembentuk kurva.


Dengan Polyline tool, mulai buat titik-titik ditepi objek untuk membentuk kurva dasar. Akhiri dan hubungkan titik terakhir di titik pertama untuk mendapatkan hasil kurva tertutup.
Kurva tertutup saat dihubungkan titik terakhir di titik pertama.
Klik kanan pada segmen garis atau titik (node) dan pilih 'To Curve' untuk mengubahnya menjadi fleksibel mengikuti lekuk objek yang memerlukan sudut lengkungan.
Gunakan control handle untuk memudahkan dalam mengedit kurva. Kita bisa menggeser-geser posisi  lengkungan atau titik untuk mendapatkan posisi yang tepat.
Gambar yang sudah (setengah) jadi. Silahkan ubah warna sesuai selera. Warna solid boleh... warna gradien juga lebih variatif. SELAMAT BEREKSPERIMEN!
______________________________________________
Baca juga:

Selasa, 24 Januari 2012

Trik Cetak Gambar Ukuran A1 dengan Printer Inkjet A4

Image courtesy: tastefullyscrumptious.wordpress.com

Tidak peduli gambar yang ingin anda cetak apa, foto, grafik, atau peta.. yang penting harus dibuat format .jpg dulu. Setelah itu, kita gunakan program grafis Corel Draw untuk membuat rencananya.


LET'S GET START!
  1. Buka program CorelDraw. Buat dokumen dengan ukuran A1 protrait. Double click 'rectangle tool' untuk membuat objek persegi empat (rectangle 1) sesuai ukuran kanvas dokumen. ini biasanya saya buat hanya untuk meratakan (align) objek yang akan dibuat berikutnya.
  2. Buat rectangle 2 dengan ukuran A4 (29,7 x 21 cm). Tempatkan di pojok kiri atas dengan cara, click rectangle 2, baru kemudian click rectangle 1, tekan L kemudian tekan T. Gandakan ke kanan sekali, dan ke bawah empat kali hingga memenuhi seluruh halaman (kanvas). Pada 'Docker Transformation' terdapat fasilitas untuk menggandakan objek dengan cepat. Click objek yang ingin digandakan, Pilih tombol 'Position', pada pilihan 'Relative Position' centang salah satu sudut kemana arah penggandaan akan dilakukan. Jika ke kanan, aktifkan sudut kanan, jika ke bawah, aktifkan sudut arah bawah. Pada kotak 'Copies' isikan nilai berapa kali objek akan digandakan. Sebelum digandakan, harus dibuang dulu objek rectangle 1 karena sudah tidak terpakai lagi.

  3. Buat seluruh rectangle menjadi 'Group'
  4. Masukkan objek gambar yang ingin dicetak dengan cara tekan Ctrl + i atau File > Import. 
  5. Click kanan pada gambar tersebut, drag ke tengah Group Rectangle. Kursor akan berubah berbentuk lingkaran sebagai indikasi pilihan penempatan objek. Lepaskan click dan pilih 'Power Clip Inside' pada menu pilihan yg muncul. Power Clip akan mengikat gambar tersebut pada objek Group Rectangle. Untuk menyesuaikan  ukurannya, click kanan, pilih 'Edit Content'. Kemudian sesuaikan ukurannya. Tekan P untuk menempatkan gambar tepat di tengah-tengah halaman.
      
  6. Setelah selesai,  Click kanan lagi, dan pilih 'Finish Editing This Level'.
  7. Pisahkan kembali objek 'Group Rectangle' dengan 'Ctrl + U' atau click kanan dan pilih 'Ungroup'. Gambar (foto) yang diikat dengan Power Clip akan terpotong-potong mengikuti masing-masing objek rectangle berukuran 29,7 x 21 (A4). Potongan-potongan inilah yang akan kita cetak satu persatu, dan menyatukannya kembali setelah semua tercetak. 
  8. Pisahkan masing-masing potongan tersebut ke luar kanvas. Dengan cara ini, kita tidak perlu meng-cut kemudian mem-paste-nya ke halaman baru. Ikuti cara berikut: Buat delapan halaman baru dengan meng-click tanda plus pada bar penambahan halaman. Lihat gambar dibawah ini;

    Buat masing-masing halaman berukuran A4 landscape (29,7 x 21 cm). Setelah semua halaman siap, click salah satu potongan gambar, kemudian tekan huruf P pada keyboard. Gambar akan otomatis berpindah ke tengah-tengah halaman. Ulangi langkah tersebut untuk menempatkan potongan gambar pada masing-masing halaman. 

Setelah semua gambar menempati halaman masing-masing, kita bisa mulai mencetaknya. Akan tetapi berdasarkan pengalaman saya, warna yang dihasilkan akan terlihat kurang sesuai jika mencetaknya langsung dari Corel Draw. Selain itu, proses pengiriman data ke printer juga cenderung lebih lama. Biasanya saya meng-export-nya ke format .jpg, kemudian mencetaknya menggunakan Adobe Photoshop. Caranya;
  • Click menu 'File' pilih 'Export'
  • Tempatkan dimana file hasil export akan disimpan, beri nama file, misalnya 'potongan_1' kemudian click tombol 'Export'. Akan muncul pilihan seperti berikut;
  • Yang harus kita perhatikan, isikan 'Quality' 100%, Tandai 'Anti-aliasing', Pilih 'Use color proof settings', Pada isian 'Resolution' isikan 300. makin tinggi sebenarnya makin bagus, tapi memerlukan waktu lebih lama, file size juga lebih besar. Hasil cetak tidak akan menunjukkan perbedaan yang signifikan. Yang terakhir tandai 'Maintain size' supaya ukuran asli tetap dipertahankan. Kemudian click 'Ok'.
  • Ulangi langkah di atas untuk masing-masing potongan gambar.
Tapi ingat, jangan mengeditnya dari Photoshop ketika gambar sudah menjadi kepingan, karena jika proses editing tidak sama pada masing-masing kepingan, akan berpengaruh pada hasil cetak keseluruhan. Jika ingin mengedit, lakukan sebelum gambar kita proses lewat Corel Draw.
SELAMAT MENCOBA! :-)
____________________________________________________
Baca juga:

Kamis, 19 Januari 2012

Ubah Foto Jelek Jadi Menarik Dengan Picasa

Image Courtesy: dipity.com
Kebanyakan orang awam memotret tanpa mempertimbangkan sudut pandang dan pencahayaan. Sehingga foto yang dihasilkan jadi jelek. Apalagi kamera yang digunakan adalah kamera handphone berjenis VGA.

Picasa adalah software gratis yang  digunakan untuk mengorganisir gambar sekaligus menyertakan fitur photo editing yang sangat bagus. Anda tidak membutuhkan keahlian fotografi yang serius, karena untuk menggunakannya cukup sederhana. Dengan beberapa klik, foto yang terlihat jelek berubah lebih menarik dan teman facebook anda akan memberikan jempol dengan senang hati. 

Versi terakhirnya (Picasa 3.9) menambahkan fitur editing yang lebih beragam dan kreatif, sekaligus tombol share terintegrasi yang memungkinkan kita memamerkan foto langsung ke Google+, situs social networking baru yang diluncurkan oleh Google.

Foto berikut ini saya ambil di dalam ruangan toilet menggunakan kamera handphone Nokia X2-00 berjenis VGA, menghasilkan foto berukuran 640x480.


  1. Buka Picasa, pilih foto yang ingin diedit, klik dua kali akan membawa foto ke ruang editing.
  2. Klik tab 'more fun and useful image processing', pilih 'cinemascope' hilangkan tanda checklist pada 'letterbox' karena hanya ingin mengambil efek warnanya saja. Klik 'Apply'.
  3. Pilih 'Orton-ish' kemudian 'Apply'.
  4. Klik tab 'even more fun and useful image processing', kemudian pilih 'Soften' untuk menghaluskan sedikit noise yang masih mengganggu. Atur tingkat kehalusannya pada slider setting yang disediakan.
  5. Pilih 'Polaroid' dan..... Selesai.
Picasa photo editing tools. Click to see the full size.
Jika belum terpasang Picasa di komputer anda, silahkan download disini.

Rabu, 18 Januari 2012

Adobe RGB (1998)... Ini dia biang keladinya

Saya pernah mengalami saat mencetak foto, warna hasil printout-nya tidak sesuai dengan warna yang tampil di monitor. Padahal foto yang dicetak beresolusi tinggi dan diambil dari kamera Nikon D3000. Setelah cari referensi sana sini, ternyata color management-lah yang terabaikan.


Kamera, scanner, printer, monitor memiliki perbedaan dalam menghasilkan warna. Color management menjembatani perbedaan kemampuan reproduksi warna yang dihasilkan masing-masing perangkat tersebut, dan mempertahankan semaksimal mungkin keaslian warna di layar monitor dengan warna yang dihasilkan printer.


Adobe RGB (1998) dibuat sebagai standard untuk memastikan reproduksi warna yang tampil di layar tercetak sama persis oleh perangkat printer.


Saya sendiri kurang paham secara teori bagaimana cara kerjanya. Tapi memang terjadi perbedaan mencolok saat color management di setting ke profil warna ini. Hasil cetak lebih mirip dengan yang tampak di layar monitor.


Di dalam Adobe Photoshop, klik Edit>Color Setting> dan ganti working space pada isian RGB ke pilihan Edobe RGB (1998).



Saat hendak mencetak, color mode pada printer juga harus di set ke Adobe RGB. Gambar di bawah ini saya ambil screenshot dari status monitor Epson T13.



Pada Paper & Quality Option saya pilih 'Plain paper' meskipun saya menggunakan silky paper atau glossy paper. Karena unsur warna hitam yang dihasilkan lebih mendukung. Jika di-set ke Photo atau Glossy, unsur warna hitam terlihat kebiruan. Kelemahannya, kita tidak bisa menggunakan pilihan 'borderless'. Jika ingin mencetak borderless, kita tetap harus mengisi dengan tipe kertas 'photo' atau 'glossy'.


Jika anda ingin menambahkan, silahkan berkomentar. :-)

_____________________________________________


Selasa, 17 Januari 2012

Untuk Cetak Foto, Kertas Silky atau Glossy?

Image Courtesy: directory.ac
Mencetak foto bukan lagi hal yang repot. Tidak perlu pergi ke photo studio untuk mencetak sampai ukuran 10R. Kamera digital juga makin terjangkau harganya dengan kemampuan direct printing yang memungkinkan kita untuk mencetak foto langsung dari kamera tanpa perantara komputer. Printer inkjet sekarang memiliki kualitas cetak fotografi yang semakin bagus dengan harga yang juga sangat terjangkau. Soal software editor foto, kita bisa gunakan yang gratis tapi powerful seperti Photoscape, Picasa, atau langsung mengeditnya di Picnik (layanan edit foto online).


Ada beberapa pilihan jenis kertas yang bisa kita gunakan untuk mencetak gambar, diantaranya;


  1. Inkjet paper
  2. Matte paper
  3. Glossy paper
  4. Silky paper
Inkjet paper menghasilkan kualitas warna yang lebih tajam dibandingkan mencetak menggunakan Plain paper (HVS standard). Kita bisa memilih jenis kertas ini untuk mencetak brosur atau gambar-gambar pendukung untuk lampiran. Akan tetapi, jenis kertas ini kurang bersahabat dengan printer, karena, berdasarkan pengalaman saya, zat yang dipakai untuk lapisan permukaan kertas membuat karet penggulung kertas lebih cepat rusak. Printer jadi sulit me-loading kertas dengan baik.

Matte paper lebih tebal daripada inkjet paper. Umumnya kita bisa menggunakan dua sisinya untuk mencetak, tidak seperti inkjet paper yang hanya bisa satu sisi. Kita bisa menggunakan kertas ini untuk membuat business card atau brosur. Matte paper dan Inkjet paper memiliki permukaan doff (tidak mengkilap).

Glossy paper memiliki permukaan yang halus dan mengkilap sehingga cocok bila digunakan untuk mencetak foto. Dulu saat pertama saya belajar photoshop, saya sering menggunakan jenis kertas ini untuk mencetak foto instant. hasilnya cukup bagus, menghasilkan pewarnaan yang tajam. Pilihlah ukuran gram yang kecil (tipis) supaya printer tidak kesulitan me-loading kertas. Sayangnya, hasil cetak tidak bisa tahan lama. Jika foto kita pajang di dinding, setelah kurang lebih 1 atau 2 bulan, warna akan memudar oleh suhu udara. saya lebih suka memajang hasil cetaknya di album besar, dan memang bertahan lebih lama, karena lebih terlindung dari suhu udara.

Permukaan Silky paper juga halus dan mengkilap. Akan tetapi memiliki tekstur berbintik seperti permukaan kulit jeruk. Saya lebih suka menggunakan jenis kertas ini untuk mencetak foto. Harganya memang biasanya lebih tinggi dari glossy paper. Hasil cetak lebih tahan lama, lebih tahan dengan suhu udara, dan menghasilkan warna yang sangat tajam. Saya mencetak foto anak saya 8 bulan yang lalu, saya pasang berbingkai di tembok ruang keluarga dan sampai sekarang warnanya masih bagus. Tekstur kertasnya membantu gradasi warna lebih hidup. Printer saya tidak pernah kesulitan me-loading kertas karena belakang printable area-nya lebih halus daripada glossy paper.